The Magic Of Belle Isle, Sebuah Kisah Tentang Imajinasi Yang Mencerahkan

the magic of Belle IsleKisah film ini bermula dari kedatangan Monte Wildhorm yang diperankan Morgan Freeman di kota kecil Belle Isle. Kota ini terletak ditepi sebuah danau. Monte yang sedang mengalami kecanduan alkohol tinggal sendiri disebuah rumah ditemani dengan seekor anjing bernama Spot. Ia akan tinggal selama musim panas. Kehadirannya telah menarik perhatian Finnigan, seorang gadis kecil yang tinggal bersama kedua saudaranya, Flora dan Willow, serta ibunya, Charlote.

Finnigan yang biasa dipanggil Finni gemar bercerita, ia sering mendongengkan kisah-kisah yang dikarangnya sendiri kepada Flora, adiknya yang masih kecil. Karena imajinasinya kadang berlebihan, kakak perempuannya yang bernama Willow sering menyelanya.

Dalam sebuah momen acara di Belle Isle, Finnigan menjadi tahu bahwa tetangga barunya adalah seorang penulis novel terkenal, salah satu penduduk Belle Isle kebetulan menjadi pengagum Monte Wildhorn.

Suatu hari Finni datang sendiri ke tempat tinggal Monte, ia bermaksud belajar menulis. Apa yang dilakukan Monte? Ia tidak mengajarkan Finni dengan teknik-teknik penulisan tetapi mendorong Finni untuk mengembangkan imajinasinya  berdasarkan setting disekitar tempat tinggal mereka dan peristiwa-peristiwa sehari-hari yang dialami. Yang dilakukan Monte adalah mengajak Finni untuk mengamati sebuah sudut pandang disekitar tempat tinggal mereka dan Finni diminta untuk menceritakan apa yang tidak terlihat.

Tentu saja ketika pertama kali diminta seperti itu, Finni kecewa dan menganggap Monte tidak mengajarkan menulis seperti dalam perjanjian diantara mereka. Tetapi pada suatu hari, ketika diminta menceritakan yang tidak terlihat dengan lancar Finni mengungkapkannya sehingga jadilah ceritanya yang pertama. Dalam proses persahabatan ini, Montepun mengalami pencerahan dan mulai menulis lagi setelah lama tidak menulis sejak istrinya meninggal.[ Numpang promosi, dalam pelatihan penulisan cerita anak disekolah online visikata, apa yang dilakukan Glory sebagai pengajar, mirip yang dilakukan Monte dalam mengajar Finni, yaitu membuka imajinasi seluas-luasnya tapi tetap terkendali karena salah satunya terdapat setting lokasi. Selengkapnya tentu ada dipelatihan online tersebut. Bagi yang pernah mengikuti tentu bisa menceritakan]

Kisah berikutnya tentu saja mudah ditebak. Kehadiran Monte tentu juga menjadi perhatian  Charlote, yang sedang dalam proses perceraian. Keduanya menjadi dekat secara emosi lewat dongeng yang ditulis Monte kepada Flora. Charlote yang membacakan dongeng tersebut setiap malam tentu saja menangkap pesan-pesan tersembunyi yang disampaikan Monte melakui dongeng-dongeng tersebut. Dalam sebuah acara makan malam bersama Charlote dan anak-anaknya, Monte sangat mengagumi permainan piano Charlote ketika membawakan sebuah karya Beethoven.

Jika Anda penasaran dengan film ini, silahkan menontonnya langsung. Kisah ini berakhir Happy Ending. Anda dapat menebak kisah tersebut. Tentunya sebelum sampai pada happy ending harus melewati peristiwa-peristiwa yang menegangkan dan tidak menyenangkan.

Film-film Holliwood yang bertema drama kehidupan sehari-hari pada dasarnya memiliki pola yang sama yaitu menguras emosi penonton lewat momen-momen bermakna yang dirancang sangat dramatis ditambahkan dengan dialog-dialog yang bermakna. Bagi penonton yang jeli pasti akan menangkap keklisean ini, tapi tetap saja menarik bagi kita di Indonesia karena kita kekurangan produksi film sendiri dengan menampilkan momen-momen  dramatis berkualitas diringi dengan dialog-dialog yang bermakna dan berkualitas.

Semoga sedikit ulasan tentang The Magic Of Belle Isle, Sebuah Kisah Tentang Imajinasi Yang Mencerahkan bermanfaat bagi Anda. Selamat menonton bagi yang suka dengan film bertema drama kehidupan sehari-hari yang mencerahkan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *