Strategi dan Tips Menulis Untuk Bisnis Informasi di Era Online

Setelah era reformasi 1998, buku-buku karya penulis local semakin memingkat tajam. Selain momen keterbukaan ternyata yang ikut menunjang semakin banyaknya penulis local yang mampu menghasilkan karya berupa karya fiksi dan non fiksi adalah dengan kemudahannya mendapat informasi secara online.

Paradoks Informasi

Tujuan utama seseorang menggunakan internet adalah untuk berkomunikasi dan mencari informasi. Akan tetapi informasi yang semakin banyak tersebar di Internet juga menyulitkan karena harus memilah-milah informasi tersebut. Ada banyak informasi di internet  karena kemudahan  memproduksi dan mendistribusikan informasi bagi siapa saja. Setiap orang di bumi ini pada hakekatnya adalah konsumen dan produsen informasi sekaligus. Dengan kondisi seperti inilah dibutuhkan sebuah informasi yang spesifik dan tuntas.

Langkah-langkah untuk membuat sebuah produk informasi:

1.Tawarkan sebuah solusi. Karakter karakter pengunjung internet berbeda dengan pengunjung toko buku. Pengunjung toko buku biasanya mencari informasi terkini dari bidang yang menarik minatnya tanpa terlalu memperhatikan manfaat langsung , sedangkan pengunjung internet lebih banyak memcari informasi yang mampu memberi manfaat praktis baginya yang dapat diterapkan secara langsung.

2.Menuliskan pengalaman. Pengunjung internet yang semakin lama semakin cerdas dengan akses informasi yang tak terbatas membutuhkan informasi yang dapat dpercaya. Sebuah informasi berdasarkan pengalaman  dapat menjadi sebuah informasi yang dapat dipercaya selama informasi tersebut dapat dipertangungjawabkan secara rasional.

3.Kalimat Yang Sederhana. Untuk memenuhi sebuah informasi praktis yang bermanfaat tentunya juga dibutuhkan bahasa yang mudah ditangkap dan tidak berbelit-belit. Juga gunakan bahasa sehari-hari yang dapat dimengerti semua kalangan, jangan gunakan istilah-istilah yang membingungkan, jika terpaksa ada gunakan penjelasan yang memadai.

4. Gaya Bahasa Dialog. Mengunakan sebuah kalimat percakapan dengan membayangkan kita sedang bercakap-cakap dengan sang pembaca. Menulis dari informasi yang bersifat umum lalu  fokus ke hal yang menjadi sasaran penulisan.

5.Bahaslah secara tuntas. Dengan banyaknya informasi yang tersebar dan sepotong-sepotong maka banyak orang membutuhkan sebuah informasi spesifik yang membahas secara tuntas.

6.Gunakan Variasi Visual. Gambar mampu mewakili ribuan kata-kata, jika mampu menggunakan gambar yang informative dan cukup menarik desainnya akan menarik pengunjung internet.

7.Mengatasi hambatan memulai dengan menembus hambatan menulis. Bagi seorang pemula, kendala yang paling sering ditemui adalah tidak tahu bagaimana harus memulai atau kalau sudah memulai ternyata hanya menghasilkan beberapa baris tulisannya saja.

Untuk mengatasikan anda dapat menggunakan konsep mindmap yang  menurut penemunya Tony Buzan di dasarkan pada cara kerja otak  sehingga diharapkan cukup memadai untuk mengatasi hambatan menulis.

Caranya dengan menuliskan dalam topic-topik yang anda pikirkan untuk sebuah tema tulisan yang akan anda kembangkan dalam sebuah kerta, lalu setelah itu buat kaitan di antara nya dengan menghubungkan dengan sebuah garis. Sehingga dari kait mengkait tersebut dapat dilihat apa yang harus ditulis, harus memulai dari mana dan berakhir dimana.

Langkah-langkah Membuat Mindmap.

Jika penjelasan di atas masih kurang memadai, inilah langkah-langkahlebih detail untuk  membuat mindmap yang didasarkan pada langkah-langkah yang dibuat Tony Buzan dalam bukunya tentang Mind Map.

Siapkan gagasan tulisan atau kata kunci (keyword) yang berkaiatan dengan tulisan yang akan anda buat.

– Siapkan kertas kosong dan spidol berwarna jika memungkinkan.

Tuliskan topik utama pada tengah – tengah kertas, lalu tambahkan gambar atau visualisasi yang berhubungan serta menarik

– Dari topik utama di tengah, tarik garis sebagai cabang pertama di kanan atas untuk sub-topik

– Berikan satu kata kunci (keyword) untuk masing-masing sub-topik, dan tuliskan di atas garis

– Bukan keharusan tapi idealnya gunakan warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang sub-topik, tambahkan pula dengan gambar, simbol, ataupun visualisasi yang mudah diingat dan memiliki kaitan

– Setelah selesai, rapikan dan kelompokkan Mind Map agar mudah digunakan dan direvisi di kemudian waktu

Mind Map telah siap digunakan untuk mengembangkan tulisan Anda.

3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *