Proyektor Masa Depan Siap Pensiunkan Alat Tulis Untuk Presentasi

Dalam rutinitas rapat kantor maupun saat presentasi di hadapan klien, biasanya kita tak bisa menghindari aktivitas corat-coret di papan tulis white board. Untuk menjelaskan sekaligus menegaskan apa yang tengah kita presentasikan. Namun itu dulu. Sekarang, zamannya sudah berubah.

Di era teknologi seperti sekarang ini. White boardyang ada di kantor Anda sudah bisa dipensiunkan dari corat-coretan spidol. Sebab, sudah ada proyektor futuristik yang bisa merekam semua coretan di papan tulis tersebut secara virtual.

Proyektor Masa Depan

“Melalui pena infrared yang ada di Vimeo, proyektor futuristik besutan kami, kantor-kantor tak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli alat tulis kantor (ATK),” kata Abbi Angkasa, Presiden Direktur PT Satu Solusi Intermedia Utama yang membesut proyektor Vimeo, kepada detikINET di Jakarta, Selasa (16/11/2010).

“Semua aktivitas saat rapat maupun presentasi bisa terekam dan disimpan dalam file digital. Di layar ada keyboard virtual juga selain handwritting recognition untuk memudahkan penulisan secara interaktif,” paparnya lebih lanjut.

Vimeo merupakan perpaduan antara panaboards dan proyektor yang sengaja dihadirkan untuk kebutuhan presentasi bisnis. Assistant projector ini memiliki kemampuan menerima perintah dari pena infrared yang terintegrasi dengan kamera.

Dijelaskan oleh Abby, proyektor ini bisa menangkap seluruh titik koordinat yang ada di layar virtual. Jika ada layar yang disentuh dengan optical pen magnetic, dia otomatis bisa digerakan untuk navigasi. Persis seperti saat menggunakan mouse komputer.

“Cara menangkap gambarnya menggunakan teknologi optik infrared untuk kalibrasi. Sangat mudah dan tidak membutuhkan spidol white board lagi. We do it on the wall,” jelasnya lebih lanjut.

Nah, jika semua kantor sudah menggunakan proyektor ini, kata dia, bisa dibayangkan biaya yang bisa dihemat untuk pengeluaran alat tulis seperti spidol setiap tahunnya.

“Sementara, proyektor futuristik ini cukup murah. Kami hanya membanderol Rp 3,5 juta saja. Asalkan edukasi pasarnya tepat, kami yakin proyektor semacam ini akan booming. Sebab banyak orang yang membutuhkan, namun belum tahu akan keberadaan produk ini,” tandas Abby.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *