Pengalaman Mia Siregar sebagai Peserta Pelatihan Online Menulis Fiksi Anak di SO Visikata

Hari minggu tanggal 14 Juni 2009 salah satu sesi online realtime menggunakan fasiltas dir uang kelas online untuk kurikulum “Menulis Fiksi Anak Oleh Glory Gracia Christabelle” baru saja berakhir. Kelas chat bersama di ruang kelas online yang biasanya berlangsung 1,5 jam s/d 2 jam kali ini lebih dari 2.5 jam. Di awali dengan Electric Chair untuk karya Haya Aliya  Zaki. Electrid Chair adalah nama untuk kegiatan bedah karya siswa oleh  pengajar dan siswa lainnya. Dalam Electric Chair,  diwajibkan  untuk memberikan solusi atas kritik sehingga akan menyempurnakan karya siswa yang dibedah.

Sebagai pengelola sekolah online ini kami bersyukur jika peserta di akhir pelatihan dapat terpenuhi harapannya ketika hendak mengikuti  kelas “Menulis Fiksi Anak” ini.

Salah satu siswa yang sangat antusias mengikuti kelas online ini adalah seorang karyawan dan ibu rumah tangga. Walau awalnya skeptis tapi setelah 1, 5 bulan mengikuti kelas ini, Mia Siregar telah menghasilkan 2 buah cerita anak, cerita pertama “Petualangan di pulau manguni “ yang telah ditulis dalam 8 halaman ini akan dikembangkan menjadi sebuah novel cerita anak, sedangkan cerita kedua “Rose Si Naga Kecil “ telah menjadi sebuah cerita anak sepanjang 6 halaman.

Menurut Mia, yang  juga berperan dan membuat dia lebih optimis dalam menulis adalah sesi awal kelas ini dalam permainan membuka “kotak ajaib”. Permainan ini menurutnya mampu membuka wawasan dalam menulis terutama dalam  penulisan fiksi anak. Terimakasih kepada bu gurunya katanya. Kami sebagai pengelola sepakat untuk menamakan kelas ini sebagai kelas ajaib.

Cuplikan Cerita Anak ” Rose Si Naga Kecil”

“….

Dua sosok raksasa dan satu sosok mungil terbang meliuk-liuk membelah angkasa. Tiba-tiba angin menerpa dengan kencang. Sosok mungil itu terhempas dan tertinggal di belakang. Ia berusaha membuntuti dua sosok raksasa di depannya. Tampaknya ia akan berhasil, namun angin datang kembali bergulung-gulung, menangkapnya, dan melontar-lontarkannya tak kenal ampun.

Pagi itu kota Awan Putih diselubungi kabut tebal yang dinginnya menusuk tulang. Gempal Galak dan Riuh Rompal sedang sibuk mencari kembang air yang tersisa dari pesta yang porak poranda akibat badai tadi malam. Gempal Galak di depan, Riuh Rompal agak jauh di belakangnya. Sebelah kaki Riuh Rompal melesak ke dalam lumpur awan. Ia berusaha menarik kakinya. Alih-alih terlepas, malah kakinya semakin dalam terperosok. Didengarnya Gempal Galak berseru. Ia menemukan satu kembang air. Tiba-tiba terdengar jeritan. Riuh Rompal terlonjak kaget, kakinya langsung terbebas dari cengkeraman lumpur awan. Cepat-cepat ia berlari mencari temannya. Gempal Galak lenyap. Di tempat semestinya ia berada  – kembang air yang ditemukan Gempal Galak tergeletak di situ – kini terdapat sebuah lubang lumayan besar. Riuh Rompal melongokkan kepalanya ke dalam lubang. Ia kaget setengah mati. Lubang itu amat dalam, sebuah terowongan vertikal yang menembus sampai dasar awan, memperlihatkan langit biru di bawahnya. Kota Awan Putih bolong!  Gempal Galak pasti terperosok dan terjun bebas ke angkasa!  Terbirit-birit Riuh Rompal pergi untuk melaporkan peristiwa aneh ini.

…..”

Tanggapan Mia Siregar untuk kelas Menulis Fiksi Anak

Untuk menyempurnakan kelas selanjutnya maka pengelola sekolah online mengajukan formulir masukan kepada  siswa yang kelasnya telah berakhir. Inilah tanggapan Mia Siregar untuk  kelas “Menulis Fiksi Anak dengan pengajar  Glory Gracia Christabelle”

Bagaimana pendapat anda mengenai ruang kelas online di Sekolah Online Visikata?

Sangat membantu orang-orang yang enggan keluar rumah, tapi sebenarnya ingin belajar.  Contohnya saya,  malas keluar rumah lagi setelah sepanjang Senin – Jumat bertarung dengan kemacetan, polusi udara dan polusi suara. Kalau untuk rekreasi sih OK, tapi pergi kursus? Mikir dulu dua kali J

Bagaimana pendapat anda mengenai program Kelas Online Menulis Fiksi Anak di Sekolah Online Visikata?

Program ini bisa membantu penulis fiksi anak yang ingin mengasah kemampuannya, atau membantu penulis yang belum pernah membuat fiksi anak, tapi ingin mencoba bidang ini.

Bagaimana pengalaman yang anda rasakan selama menjalani Kelas Online Menulis Fiksi Anak sebagai peserta di Sekolah Online Visikata?

Pengalaman yang menyenangkan dan mencerahkan. Sebagai penulis pemula, banyak pengetahuan baru yang saya peroleh, seperti bagaimana menggambarkan setting lewat penginderaan dan bagaimana menciptakan karakter tokoh. Pengalaman menarik lainnya adalah begadang hampir tiap malam untuk menyelesaikan PR J Oh ya, teman-teman sekelas semuanya menyenangkan dan lucu-lucu.

Bagaimana perkembangan kemampuan menulis yang anda rasakan sebelum dan sesudah menjalani kelas Online Menulis Fiksi Anak di Sekolah Online Visikata?

Sebenarnya saya hampir tidak punya pengalaman menulis, kecuali sewaktu membuat tugas-tugas mata kuliah penulisan berita dan penulisan populer, dulu sewaktu masih berstatus mahasiswi. Sempat juga bantu-bantu nulis 1 – 2 artikel untuk koran FSUI.  Setelah lulus, kegiatan menulis pun terhenti. Jadi, pertama-tama Kelas Online ini telah membantu saya menemukan kemampuan menulis yang hampir hilang. Kemudian, materi kelas online juga mengajari saya bagaimana menuangkan ide ke dalam tulisan, dan mengembangkannya menjadi karya yang sempurna.

Mohon dapat memberikan testimoni anda mengenai Kelas Online Menulis Fiksi Anak sebagai peserta di Sekolah Online Visikata ini!

Kelas Online Menulis Fiksi Anak banyak memberikan tips bagaimana menulis fiksi yang baik. Gurunya juga OK – nyantai tapi tegas. Glory bisa melihat ‘sesuatu’ dalam tulisan kita, yang kita sendiri tidak bisa melihatnya. Masukan-masukan yang ia berikan membantu kita  dalam menyempurnakan tulisan. Kritiknya juga membangun dan tidak pernah membuat down. Sukses untuk kelas ini, semoga bisa menghasilkan banyak penulis fiksi anak yang hebat, yang bisa memberikan cerita-cerita indah dan bermakna untuk anak-anak Indonesia.

Profil Mia Siregar

Mia Siregar
Mia Siregar

Mia Siregar, lahir di Pangkalan Brandan dan menghabiskan masa kecilnya di Sorong, Balikpapan, dan Palembang. Lima Sekawan di Pulau Harta karya Enid Blyton adalah buku cerita anak pertama yang dibaca oleh lulusan Fakultas Sastra UI ini. Sejak itu sampai sekarang ia tak pernah berhenti mengoleksi berbagai buku bacaan anak. Astrid Lindgren, Erich Kästner, dan Philip Pullman adalah beberapa penulis favoritnya. Penyuka manga dan anime  ini ternyata sangat mencintai dunia imajinasi anak-anak – dunia yang biasanya terlupakan, saat anak-anak itu beranjak dewasa. Sekarang ia bekerja di kamar dagang salah satu negara Eropa.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *