Menulis Paragraf Pertama Cerpen Yang Menarik Pembaca

Paragraf pertama cerpen akan menjadi awal yang baik bagi para pembaca. Oleh karena itu para penulis berusaha membuat paragraf pertama semenarik dan sememikat mungkin agar menjadi perhatian para pembaca.

Menulis paragraf pertama pada awal sebuah cerpen mungkin bukan perkara sulit. Anda hanya perlu menulis tanpa mengedit. Simaklah nasihat dari Guy de Maupassant!ntuk memulai menulis cerita, Anda cukup menuliskan apa yang ingin Anda tuangkan. Namun ketika merevisi draft awal, Anda wajib mencemaskan paragraf pertama. Ingat! Jika paragraf pertama cerpen Anda gagal menunaikan tugasnya maka sia-sialah seluruh kerja keras Anda.

Bagaimana Menulis Paragraf Pertama Cerpen

Memberi Kejutan dan Rasa Penasaran; Hal yang pembaca rasakan adalah ketika membaca beberapa kalimat pertama sebuah cerpen dengan rasa terkejutnya dan menimbulkan rasa penasaran. Inilah yang harus digali seorang penulis cerpen.

Menghadirkan Ketegangan; Cerpen bukanlah sebuah novel. Memberi sebuah ketegangan langsung diawal cerpen sangat berguna untuk membuat pembaca akan meneruskan membaca cerpen Anda.

Hadirkan Keromantisan yang Mendalam; Romantis tidak selalu relasi antara pria dan wanita, tapi juga bisa antara kita dengan alam semesta.

Meminjam kalimat pembuka. Kalimat pembuka bisa diambil dari mana saja. Dari kutipan-kutipan kuno, peribahasa, dll. Misalnya cuplikan kalimat dari Alan Lightman dalam Mimpi-mimpi Einstein. Yang di beri bold dapat dipinjam.

DI DUNIA ini, WAKTU mengalir seperti aliran air, kadang terbelokkan oleh secuil puing, oleh tiupan angin sepoi-sepoi. Entah kii atau nanti, gangguan kosmis akan menyebabkan ana k sungai waktu berbalik dari aliran utama menuju ke aliran sebelumnya.Ketika hal itu terjadi, burung-burung, tanah, orang-orang yang berada di anak sungai itu menemukan diri mereka tiba-tiba terbawa ke masa silam.”

Setelah kalimat yang ditebalkan, Anda harus menulis dengan kata-kata Anda ssendiri.

Paragraf Pertama Cerpen Koran

Dibawah ini terdapat ratusan kalimat pembuka dari kurang lebih 1000 cerpen koran minggu dari berbagai media. Silahkan di simak jika ingin menjadikannnya sebagai rujukan. Akan ditampilkan hanya paragraf pertama dari 5 cerpen secara random setiap kali Anda mengakses halaman ini.


Paragrap Pertama Cerpen Ros: "ROS sumringah. Wajahnya berbinar-binar. Di tangannya kini tergenggam kartu identitas baru. Kartu Tanda Penduduk tanpa tulisan WNI keturunan di dalamnya. Ros mendekap kartu itu di dadanya. Berkali-kali mencium kartu itu dengan bibirnya tanpa gincu. Meski matahari di atas Desa Sampali terik membakar, Ros tak peduli. Ini adalah buah manis dari perjuangannya yang cukup lama."
Penulis : S. Satya Dharma Koran Minggu :Analisa, 28 Januari 2018

Paragrap Pertama Cerpen Angsa-angsa Kertas: "Setiap malam ketika orang-orang terlelap dalam mimpi manisnya di kamp-kamp pengungsian, aku selalu melabuhkan sebuah lipatan angsa kertas berisi harapan. Aku melarutkannya di sebuah parit-parit kecil dengan genangan air berwarna coklat. Kemudian aku berharap angsa-angsa kertas itu akan tiba di rumah Tuhan yang terletak jauh di ujung sana. Aku selalu percaya kalau angsa-angsa kertas yang telah kuguratkan dengan bisikan doa-doa dan harapan-harapan di dalamnya akan menyampaikan salam rindu kepada orang-orang tercinta di dalam hidupku."
Penulis : Risda Nur Widia Koran Minggu :Haluan, 07 Januari 2018

Paragrap Pertama Cerpen Bunga Ilalang: "A NAKKU , Sandy, berumur delapan tahun, tak kelihatan di antara anak-anak yang baru saja lewat di depan rumah. Di antara mereka aku bisa melihat Bagas, Sucipto, dan Adijaya berjalan beriringan. Pukul sebelas ini, anak itu seharusnya pulang bersama tiga serangkai itu. Tapi tak satu pun dari mereka yang melihat Sandy keluar sekolah. Bagas mengatakan, tiba-tiba saja dia kehilangan Sandy di halaman sekolah."
Penulis : Miftah Fadhli Koran Minggu :Jawa Pos, 18 Desember 2011

Paragrap Pertama Cerpen Kisah Kera pada Minggu Pagi: "Menatap ladang jagung yang selama ini ia bersihkan dari rumput-rumput liar, membuat dada Teus geram. Jagung muda yang siap dipanen rebah ke tanah. Kulit-kulit jagung berhamburan ke tanah. Tongkol-tongkol jagung yang masih tertempel beberapa biji jagung mengingatkannya pada cerita Tonu Wujo Besi Pare."
Penulis : Jemmy Piran Koran Minggu :Haluan, 04 Maret 2018

Paragrap Pertama Cerpen Pesona Keabadian: "TELEPON di kamar tidurku berdering keras. Aku tersentak bangun. Kulihat jam dinding. Pukul 03.00. Belum subuh. Sialan! Benar-benar tak tahu adat si penelepon itu. Aku hampir meradang. Namun kuangkat juga gagang telepon."
Penulis : Sri Harjanto Sahid Koran Minggu :Suara Merdeka, 4 Agustus 2013

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *