Menulis Novel : Cara Mudah Bagaimana Memulainya

Langkah awal dalam  memulai menulis novel adalah proses perencanaan. Proses ini menjadi peting bahkan ikut menentukan keberhasilan dalam proses penulisan novel. Merencanakan untuk keberhasilan dan kelancaran, berarti Anda sudah melampaui setengah dari pekerjaan Anda. Saat membuat rencana penulisan novel, Anda akan berusaha membuat proses penulisan menjadi  semakin mudah dan terstruktur. Jika tidak ada rencana, maka  akan kebingungan saat proses menulis novel.

Langkah pertama Menulis Novel : Tentukan Ide Dasar

Tentukan tema, judul (sifatnya sementara, bisa diganti jika ada judul yang lebih cocok), dan sinopsis. Misalnya Anda akan membuat novel romance, maka tentukan kisah apa yang menarik untuk diangkat? Tema cinta memang klise, namun kita bisa menghadirkan tema cinta dengan sentuhan kesegaran dengan menambahkan sub-sub konflik yang rumit, pendalaman karakter (berdasarkan profesi misalnya), penguatan setting tempat, dan ide-ide lain yang tidak biasa. Anda bisa menuliskan ide dasar dalam sebuah kalimat (premis), kemudian dari premis dikembangkan menjadi sinopsis. Panjang sinopsis adalah 1-3 halaman, mencakup semua cerita dari awal hingga akhir.

Langkah kedua Menulis Novel : Buat outline dan alur mulai dari bab 1 hingga bab terakhir.

Dari prolog hingga epilog. Jika Anda berencana membuat novel 200 halaman, maka Anda bisa memecahnya menjadi 20-30 bab, dengan panjang 7-10 halaman per babnya. Tentu perbagian tidak harus sama  sesuai kebutuhan cerita. Jadi, Anda bisa membuat bab-bab dengan judul sub-bab masing-masing. Jika tidak bisa membuat judul sub-bab, Anda cukup menuliskan bab 1, bab 2, dst. Aturlah alur cerita yang Anda inginkan, mau pakai pola maju, atau mundur (flashback), atau gabungan keduanya. Alur maju-mundur-maju biasanya disukai karena memberikan sensasi tersendiri bagi pembaca.

Langkah ketiga Menulis Novel : Ciptakan Tokoh dan Karakter.

Menulis novel sama dengan bagaimana membuat sebuah pertunjukan. Dan dalam pertunjukkan itu membutuhkan pemain. Ya, pemain atau personil disini adalah orang-orang (tokoh) yang mengisi cerita dalam novel kita. Peran mereka bisa penting ataupun tidak, sesuai tuntutan kisah di dalamnya.

Menciptakan toko dengan cara menuliskan semua nama tokoh (bila perlu nama lengkap, walau tidak semua ditampilkan nama lengkapnya di dalam novel), ciri fisik dan sifat-sifat tokoh. Tentukan pula posisi tokoh, apakah menjadi tokoh utama maupun sampingan. Semakin rinci semakin baik. Anda bisa menjadikan karakter tokoh ini sebagai pegangan agar setiap tokoh yang muncul memiliki keunikan.

Banyak pemula mengira bahwa tokoh dan karakter memiliki makna yang sama. Padahal, nyatanya tidak sama sekali. Tokoh adalah orang yang berposisi dalam sebuah cerita, sedangkan karakter adalah sifat dari tokoh itu sendiri.

Karakterisasi juga disebut dengan perwatakan. Dimana watak dan karakter dalam novel tersebut berperan besar dalam proses cerita. Jika Anda ingin menulis novel yang penuh dengan konflik agar ceritanya lebih menarik, ciptakan karakter tokoh Anda kontras satu sama lain. Jika Anda terlalu banyak menciptakan karakter yang secara umum terlihat sama, sebesar apapun konfliknya, cerita akan sangat membosankan.

Menulis novel dan menjalani kehidupan pada dasarnya sama. Marilah kita menjalani kehidupan  = Marilah kita menulis novel.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *