Menulis Fiksi Anak

dunia-ajaib-w2001Pernahkah anda membaca buku cerita yang begitu menarik sehingga anda tidak dapat berhenti sampai lembaran yang terakhir? Pernahkah anda membaca buku cerita yang memiliki kesan yang begitu kuat dan mengaduk-aduk emosi anda?

Apakah tangan anda terasa gatal untuk menulis cerita-cerita memikat seperti yang pernah dituliskan para penulis ternama? Harry Potter misalnya? Charlie and Chocolate Factory?

Pernahkah terbayang seorang anak mengeposkan anda surat karena kagum akan cerita buatan anda? Jika ya, maka inilah saat yang tepat untuk mengikuti Workshop Online: Menulis Fiksi Anak! Di sini anda akan memperoleh apa saja yang dibutuhkan untuk menulis cerita fiksi anak!

1. Pengenalan Proses Kreatif & Menulis Bebas: Sesi ini memperkenalkan proses kreativitas dan bagaimana mencurahkan ide sebebas-bebasnya dalam tulisan

2. Membangun Duniaku :Sesi ini mengajak anda untuk berlatih menulis tentang setting

Siapakah Jagoanku? Sesi ini mengajak anda mendalami pembentukan tokoh cerita

4. Buatlah Ceritamu Sendiri! Sesi ini merangkum semua sesi sebelumnya dan mengajak anda untuk menuliskan cerita karya anda sendiri

  • Waktu : 7 minggu
  • Sertifikat Digital
  • Ebook hasil karya peserta (selama kelas berlangsung peserta minimal menghasilkan 2 cerita anak)
  • Web Berisi Hasil Karya Peserta: anak.visikata.com
  • Pengajar : Glory Gracia Christabelle
  • Kursus sementara belum dibuka kembali.

Testimoni Peserta:

Mia Siregar:

Kelas Online Menulis Fiksi Anak banyak memberikan tips bagaimana menulis fiksi yang baik. Gurunya juga OK – nyantai tapi tegas. Glory bisa melihat ’sesuatu’ dalam tulisan kita, yang kita sendiri tidak bisa melihatnya. Masukan-masukan yang ia berikan membantu kita dalam menyempurnakan tulisan. Kritiknya juga membangun dan tidak pernah membuat down. Sukses untuk kelas ini, semoga bisa menghasilkan banyak penulis fiksi anak yang hebat, yang bisa memberikan cerita-cerita indah dan bermakna untuk anak-anak Indonesia

 

 

Mia Siregar

Mia Siregar, lahir di Pangkalan Brandan dan menghabiskan masa kecilnya di Sorong, Balikpapan, dan Palembang. Lima Sekawan di Pulau Harta karya Enid Blyton adalah buku cerita anak pertama yang dibaca oleh lulusan Fakultas Sastra UI ini. Sejak itu sampai sekarang ia tak pernah berhenti mengoleksi berbagai buku bacaan anak. Astrid Lindgren, Erich Kästner, dan Philip Pullman adalah beberapa penulis favoritnya. Penyuka manga dan anime  ini ternyata sangat mencintai dunia imajinasi anak-anak – dunia yang biasanya terlupakan, saat anak-anak itu beranjak dewasa. Sekarang ia bekerja di kamar dagang salah satu negara Eropa.

Haya Aliya Zaki:

Kelemahan saya adalah pendeskripsian. Sebelum belajar di kelas ini, kebanyakan cerita saya, saya  deskripsikan dari segi pancaindera visual saja. Tapi setelah belajar, saya jadi tahu bahwa segenap pancaindera harus dilibatkan dalam mendeskripsikan cerita. Karakter tokoh dalam cerita saya juga kadang-kadang kurang konsisten. Mbak Glory memberikan saya pegangan agar cerita saya tidak melenceng lagi.

haya-aliya-zaki02
Haya Aliya Z

Haya Aliya Zaki, lahir di Medan 25 Mei 1977. Lulusan apoteker dari Universitas Indonesia ini sangat  senang berkecimpung dengan dunia anak. Ia aktif mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berhubungan dengan dunia anak, sesekali menulis cerita anak, dan tergabung dalam milis Penulis-Bacaan-Anak. Ibu Al Faruq Amirul Mukminin (5,5 tahun) dan Shafiyya Al Qanita Raihana (1,5 tahun) ini percaya bahwa cerita anak yang berkualitas sangat berpengaruh pada proses tumbuh kembang anak. Haya yang kini bekerja sebagai dosen di sebuah akademi kesehatan di Jakarta, bercita-cita menerbitkan buku bertema kesehatan untuk anak. Haya dan keluarga menetap di Tangerang.

Unita:

Banyak hal yang saya dapatkan. Ternyata menulis, walau hanya cerita untuk anak-anak tidaklah mudah. Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan…tapi harus lebih banyak lagi berlatih untuk mempraktikkan ilmu-ilmu ibu guru Glory

 

Unita

Unita Yuswono, longlife learner, memiliki tekad untuk mengisi hidupnya dengan belajar tanpa henti. Lahir di Jember, sebuah kota kecil di Jawa Timur. Dunia anak-anak dan pendidikan merupakan hal yang menarik perhatiannya, dimulai ketika Ia memutuskan untuk menjadi guru di sebuah taman kanak-kanak di Yogyakarta. Metode bercerita dan bermain drama merupakan salah satu metode pembelajaran yang sering Ia praktikkan di kelas. Setelah mengikuti suami di Surabaya, Ia memutuskan melanjutkan pendidikan Profesi Magister Psikologi di Universitas Airlangga dengan mengambil peminatan khusus di bidang Pendidikan.

10 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *