Lomba Menulis Cerpen Sejarah : Dinas Kebudayaan Yogyakarta

Lomba Menulis Cerpen SejarahLomba Menulis Cerpen sejarah 2018 di selenggarakan oleh dinas kebudayaan kota yogyakarta ntuk menggali potensi sejarah lokal di kota yogya ini. Kompetisi penulisan cerita pendek ini terbuka untuk masyarakat umum dan dari seluruh kalangan usia.

Lomba Penulisan Cerpen Sejarah bertajuk “Menggali Potensi Sejarah Lokal di Kota Yogyakarta” ini dalam rangka pembinaan dan perkembangan kesejarahan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Sebagai kota yang sangat penting dalam lintasan sejarah di Indonesia tentu kegiatan penulisan sejarah walau dalam bentuk cerpen ini menjadi sangat penting.

Persyaratan Lomba Menulis cerpen Sejarah

Adapun persyaratan dari lomba cerpen ini yakni setiap peserta wajib membuat sebuah cerpen bertajuk “Menggali Potensi Sejarah Lokal di Kota Yogyakarta” ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Bentuk karya tulis berupa cerita pendek dengan penulisan naskah minimal 7 halaman dan maksimal 15 halaman serta dapat menggunakan ilustrasi yang relevan dan serasi.

Cerpen ditulis dengan huruf “Times New Roman” dengan ukuran font 12, ukuran kertas A4, margin atas dan kiri 4 cm, margin kiri 4cm, margin bawah dan kanan 3 cm, spasi 1.5.

Karya tidak mengandung unsur SARA, pornografi dan plagiarism.

Pengiriman Naskah Lomba Menulis Cerpen Sejarah

Naskah dikirim dalam bentuk hard copy ke Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Jalan Kemasan Nomor 39 Purbayan, Kotagede, Yogyakarta.

Untuk naskah soft copy dikirim melalui email kebudayaan@jogjakota.go.id dengan melampirkan fotokopi identitas diri yang sah berupa KTP atau kartu pelajar.

Batas Waktu Lomba Menulis Cerpen Sejarah

Pengumpulan naskah 20 Mei – 8 Juni 2018 (cap pos), pengumuman nominasi pemenang 29 Juni 2018, presentasi pemenang 4 Juli 2018 dan pengumuman pemenang pada 12 Juli 2018

Tips Dari IWC Tentang Menulis Cerpen Sejarah

1. Memilah setiap penjelasan sejarah yang penting. Penjelasan deskripsi sejarah dapat disisipkan dalam dialog tag, melalui apa yang dipikirkan karakter, dan juga masuk ke dalam dialog.

2. Pilih perstiwa sejarah yang sangat familiar. Sebagai pembeda tentukan angle yang menarik atau yang belum pernah diambil oleh penulis lain.

3. Fokus terhadap satu pokok permasalahan. Dalam menulis novel, Anda dapat membuat masalah lebih luas tapi dalam cerpen, fokuslah pada satu masalah.

4. Berikan footnote.. Footnote atau catatan kaki menjadi penting jika penjelasan fakta sejarah terlalu panjang dan sulit untuk dimasukkan ke dalam dialog.

Selamat mengikuti lomba menulis cerpen sejarah.

Catatan ” IWC adalah Indonesian Writers Club

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *