Kisah Timun Mas dan Visi Kelautan Susi Pudjiastusti

KisahTimun Mas Dan Visi Kelautan Susi PudjiastutiKisah Timun Mas dan Visi Kelautan Susi Pudjiastuti seolah-olah tidak ada hubungannya? Belum tentu. Para leluhur nusantara di masa lalu cukup banyak yang mampu melihat jauh kedepan seperti Eyang Mahaprabu Jayabaya. Dalam kisah-kisah atau cerita-cerita rakyat, para leluhur banyak memasukkansanepa atau sandi-sandi yang harus dipecahkan oleh anak cucunya di masa depan.

Dalam kisah Timun Mas ini,  butho itu adalah simbo kejahatan dan keserakahan sedangkan Timun Mas adalah yang berhasil mengalahkannya.

Kisah Timun Mas Dan Sanepo

Sanepo adalah sebuah metafora yang berisi sandi-sandi peradaban dan cuplikan kisah timun mas dibawah ini menggambarkan sanepo atau sandi-sandi yang ditulis para leluhur.

Biji Timun yang ditaburkan oleh Timun Mas menjadi tanaman timun dan berhasil dilewati oleh butho sehingga rusak adalah simbol dari berkurangnya sawah ladang atau perkebunan:

“Pertama-tama Timun Mas menebar biji timun yang diberikan oleh ibunya. Sungguh ajaib, hutan di sekelilingnya tiba-tiba berubah menjadi ladang timun. Dalam sekejap, batang timun tersebut menjalar dan melilit seluruh tubuh raksasa itu. Namun, raksasa itu mampu melepaskan diri dan kembali mengejar Timun Mas.”

Jarum yang menjadi hutan bambu dan berhasil dilewati butho adalah simbol dari kerusakan HUTAN :

“Timun Emas pun segera melemparkan bungkusan yang berisi jarum. Dalam sekejap, jarum-jarum tersebut berubah menjadi rerumbunan pohon bambu yang tinggi dan runcing. Namun, raksasa itu mampu melewatinya dan terus mengejar Timun Mas, walaupun kakinya berdarah-darah karena tertusuk bambu tersebut. ”

Dan garam yang ditaburkan Timun Mas menjadi lautan dan berhasil dilewati butho adalah simbol dari kerusakan LAUT.

“Melihat usahanya belum berhasil, Timun Mas membuka bungkusan ketiga yang berisi garam lalu menebarkannya. Seketika itu pula, hutan yang telah dilewatinya tiba-tiba berubah menjadi lautan luas dan dalam, namun raksasa itu tetap berhasil melaluinya dengan mudah. Timun Emas pun mulai cemas, karena senjatanya hanya tersisa satu. Jika senjata tersebut tidak berhasil melumpuhkan raksasa itu, maka tamatlah riwayatnya. ”

Butho atau simbol dari kejahatan atau mafia bisnis ini pada akhirnya bisa di tumpas.

“Dengan penuh keyakinan, ia pun melemparkan bungkusan terakhir yang berisi terasi. Seketika itu pula, tempat jatuhnya terasi itu tiba-tiba menjelma menjadi lautan lumpur yang mendidih. Alhasil, raksasa itu pun tercebur ke dalamnya dan tewas seketika. Maka selamatlah Timun Emas dari kejaran dan santapan raksasa itu. ”

Dalam kisah Timun Mas yang berisi metafora tentang kerusakan laut apakah cocok dengan gambaran Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti.yang berusaha menjaga laut semaksimal mungkin.

Dalam kisah timun mas ini  …butho berhasil melewati lautan tapi setelah itu dapat ditumpas.

Lalu siapakah sang Timun Mas dalam kisah timun mas di masa kini itu? Apakah Susi Pudjiastuti yang saat ini sosok terdepan dalam menjaga kelautan di NKRI sesuai dengan profil Timun Mas?

Visi Kelautan Peringatan Hari Dharma Samudera

Susi Pudjiastuti lahir di Pangandaran 15 Januari 1965. Bukan sebuah kebetulan jika hari kelahirannya bertepatan dengan peringatan Dharma Samudera. Hari Dharma Samudera yang diperingati setiap 15 Januari, merupakan upacara untuk memperingati peristiwa heroik yang terjadi di Laut Aru pada 15 Januari 1962, dimana pada saat itu telah terjadi pertempuran laut yang melibatkan tiga kapal cepat torpedo TNI Angkatan Laut.

Visi Kelautan Susi Pudjiastuti

Kisah Timun Mas dan Visi Kelautan Susi Pudjiastuti“Kita hampir kehilangan semua kedaulatan atas sumber daya alam (SDA) kita. Minyak kita habis dieksploitasi asing, apakah masyarakat di kawasan penghasil minyak sejahtera?” begitu kalimat retorik Susi Pudjiastuti.

Masih menurut Susi, hutan kita sudah habis dibabat, apakah juga masyarakat di sekitar hutan sejahtera?

“Satu-satunya SDA yang masih kita kuasai penuh, yang kita masih berdaulat adalah laut. Mari kita jaga agar laut kita tidak jatuh ke tangan asing, mari kita jaga agar asing tidak bisa lagi menangkap ikan di laut kita,” katanya.

“Biarkan ikan di laut untuk masyarakat negeri kita sendiri, untuk nelayan-nelayan kita sendiri, supaya nelayan kecil menjadi makmur, agar anak-anak Indonesia berotak cerdas karena setiap hari bisa makan ikan, agar bangsa Indonesia yang besar ini tidak melulu dipermainkan bangsa lain, agar bangsa yang kaya ini bisa maju setara dengan bangsa-bangsa lain…!”

 

Kisah timun mas ini cocok dengan visi kelautan Susi Pudjiastuti. Anda dan waktu yang dapat menjawab.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *