Conversations With God, Sebuah Momen Dalam Kehidupan Neale Donald Walsch

Conversations With GodAnda dapat menonton film ini sambil merefleksi diri, karena sebagian besar momen-momen dan dialog-dialog dalam film ini  dapat menjadi bahan refleksi bagi diri Anda sendiri. Dan lagi, film ini diiringi musik lembut yang membantu Anda masuk dalam suasana reflektif dan meditatif.

Film ini berkisah pada momen-momen kehidupan Neale Donald Walsch ketika dia hidup sebagai tunawisma, proses penulisan buku yang berjudul “Conversations With God”, dan kehidupan Neale sebagai pembicara berdasarkan buku tersebut.

Diawali dengan sebuah momen di tahun 1995, ketika Neale Donald Walsch sedang berbicara dihadapan banyak orang. Selain pujian tentang bukunya ada pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya harus terdiam sejenak karena pertanyaan itu mengingatkan dia pada luka-luka dalam kehidupan pribadinya. Pertanyaannya menyangkut relasi dengan keluarganya yang tidak baik sehingga dia harus kehilangan mereka, istri dan ibunya. Dihadapan ratusan audien tersebut, Neale  mengakui bahwa dialah yang bersalah. Kemudian flash back pada momen kehidupan sebelumnya, sebelum dia menulis buku. Momen ketika Neale mengalami kecelakaan mobil. Kecelakaan ini membuat lehernya cedera dan kehilangan pekerjaannya. Secara simbolis juga digambarkan dia kehilangan wanita yang merawatnya ketika dalam masa perawatan.

Dalam kondisi tidak memiliki pekerjaan dan hidup sendiri tentu saja dia tidak sanggup lagi membayar sewa rumah yang ditinggalinya. Akhirnya dia harus menggambil pilihan pergi dari rumah tersebut dalam cuaca hujan dan terdampar disebuah taman terbuka dimana terdapat beberapa tunawisma membuat tenda untuk tinggal disitu. Tentu saja Neale Donald Walsch harus menyesuaikan dirinya terhadap kehidupannya sebagai tunawisma dilingkungan tersebut.

Suatu hari dari sebuah surat kabar, Neale membaca sebuah lowongan sebagai penyiar acara disebuah stasiun radio. Neale menghubungi stasiun radio tersebut dan wanita yang berdialog dengan Neale melalui telpon tersebut sangat terkesan. Wanita bernama Leora inilah yang dikemudian hari membantu Neale mengetik tulisannya untuk diserahkan kepenerbit dan mengelola kegiatan Neale sebagai pembicara.

Leora ini jugalah yang membuat Neale diterima di stasiun radio sebagai seorang penyiar dalam sebuah slot acara. Dengan bekerja sebagai penyiar radio inilah mampu menyewa tempat tinggalnya. Berat bagi Neale untuk meninggalkan teman-temannya yang tinggal disebuah taman umum sebagai tunawisma.

Tetapi baru saja dia menikmati kehidupan di tempat tinggal barunya stasiun radio tempatnya bekerja tidak beroperasi lagi. Tentu saja menjadi pukulan yang menyakitkan bagi Neale. Dalam momen-momen inilah Neale sering mendengarkan suara-suara yang hanya didengarkan olehnya dan dia kadang-kadang berdialog dengan suara tersebut. Dia lalu menulis dengan tangan dialog-dialog dengan suara-suara yang membisikinya dan menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Neale menyerahkan tulisan tangan ini kepada Leora yang ternyata sangat terkesan dengan tulisan tersebut, sehingga dengan sukarela Leora mengetiknya kembali dalam format komputer. Hasil ketikan Leora inilah yang dibawa Neale ke beberapa penerbit dan literasi agen.

Seorang Literasi agen pada suatu hari menghubungi Neale karena ada seorang pengelola penerbitan besar berminat dengan buku Neale. Bagi Neale, tawaran pertama dari pengelola penerbitan tersebut telah membuatnya tertarik, tapi akhirnya Literasi Agen tersebut telah membuat tawaran itu menjadi bernilai 1.5 Juta dollar, sebuah nilai yang sangat luar biasa bagi Neale. Dalam momen tersebut Neale bertanya kepada Sharon, wanita pengelola penerbitan tersebut: “Mengapa Anda tertarik menerbitkan buku saya?”. Sharon menjawab : “Buku ini akan mengubah dunia”.

Sebuah penjelasan secara spiritual adalah mampu menjelaskan sesuatu yang rumit menjadi sederhana. Di ending film ini Neale mendapat pertanyaan dari seorang ibu yang sedang berduka dan kecewa pada Tuhan karena anak yang diadopsinya telah meninggal sebelum dia sempat menepati janjinya untuk mempertemukan anak tersebut dengan ibu kandunnya. Neale mengatakan bahwa ibu kandung anak tersebut juga telah meninggal beberapa waktu sebelumnya, sehingga anak tersebut telah bertemu dengan ibunya di surga.

Sebuah buku spiritual yang baik  adalah yang mampu  menginspirasi pembacanya untuk memahami kehidupan dengan lebih baik sehingga mampu membuat pembacanya bersikap kreatif dalam menyikapi situasi kehidupan. Walau pernah mengalami masa-masa kelam dalam kehidupannya, sebagai penulis dan  pembicara atas dasar buku-bukunya, Neale Donald Walsch,  mampu menginspirasi para pembacanya diseluruh dunia untuk memahami kehidupan dan menyikapinya dengan lebih baik.  Dalam film “Conversations With God” Anda dapat melihat momen-momen sebuah proses sehingga Neale Donald Walsch mampu menulis dan mempublikasikan bukunya dan bagaimana kemampuannya sebagai pembicara.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *