Alamat Redaksi Media Cetak dan Online

(Last Updated On: 22 July 2010)

33. RADAR LAMPUNG
Jl. Sultang Agung 18 Kedaton Bandar Lampung
Email : radar@lampung.wasantara.net.id

34. SUARA MERDEKA
Jl. Raya Kaligawe KM.5 Semarang
Email : humainia@yahoo.com

35. WAWASAN
Jl. Pandanaran II / 10 Semarang 50241
Email : redaksi@wawasan.co.id

36. BERNAS(Mimbar Bebas)
Jl. IKIP PGRI Sono SewuYogyakarta 55162
Email : bernasjogja@yahoo.com

37. KEDAULATAN RAKYAT
Jl. P. Mangkubumi 40-42 Yogyakarta
Email : redaksi@kr.co.id

38. JAWA POS
Gedung Graha PenaJl. Ahmad Yani 88 Surabaya 60234
Email :

39. PONTIANAK POS
Email : mailto:redaksi@pontianakpost.com

41. PIKIRAN RAKYAT.
Email : rmailto:redaksi@pikiran-rakyat.com

42. KALTIM POST
Email : redaksi@kaltimpost.net

43. BALI POST
Email : balipost@indo.net.id

BACA   Lomba Penulisan Harian Kompas - Bahasa Indonesia dan Kita

Visikata

Sekolah Online Visikata: Belajar Menulis Online, Pelatihan Penulisan Online, Membuat Web Bisnis

This Post Has 2 Comments

  1. zamzami

    HOT NEWS
    IMADU Se – Indonesia peduli bencana Gunung Merapi
    Uluran tangan kepada saudara-saudara kita ,korban Gunung Merapi, Ikatan Mahasiswa Alumni Darul ‘Ulum (Imadu) se- Indonesia mengirimkan bantuan logistik di Magelang, Sabtu(13/11) pagi sampai Senin (15/11)malam.
    Imadu yang tergabung dari regional daerah Surabaya, Malang,Jogjakarta, Jabodetabek dan civitas akademik Darul ‘ulum berangkat menggunakan kendaraan Ambulan, Suzuki APV, dan Mitsubishi L300 dari Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Jombang, Jum’at,(12/11) malam menuju base camp Imadu Jogjakarta di Jalan Tamrin Balai Kota nomor 38 Kota Jogjakarta untuk mempersiapkan para relawan dan barang-barang bantuan logistik untuk diberikan kepada para korban.
    Beberapa tempat yang dikunjungi diantaranya, posko Merah Putih di Muntilan ,Candi Mendut, Pon. Pes. Pabelan, balai desa Pabelan serta Rambe Anak kabupaten Magelang yang merupakan daerah yang masih belum banyak di kunjungi para relawan padahal masyarakat pengngsi daerah tersebut masih minimnya bantuan yang mengalir kesana. Beberapa daerah tersebut berdekatan dengan situs-situs bersejarah seperti Candi Mendut dan Candi Borobudur yang hingga sekarang ditutup dari wisatawan karena masih dihujani oleh abu vulkanik Gunung Merapi.
    Relawan yang berjumlah 39 orang langsung meluncur pada Sabtu(13/11)) pukul 8 pagi WIB dimulai dari posko merah putih di muntilan dan posko daerah candi Mendut yang berjarak 17 kilometer dari Gunung Merapi.
    IMADU mendatangi posko berikutnya setelah istirahat semalam di daerah Candi Mendut dan mengunjungi posko Sehat Dettol dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di pondok pesantren pabelan Mungkid Magelang,Senin (15/11) siang menuju ke posko lain di desa tersebut yang mana para pengungsi di tampung di Balai Desa Pabelan.
    Selain para pengungsi yang terdiri dari orang dewasa dan orang usia lanjut, juga terdapat balita dan anak-anak yang juga merasakan pedihnya akibat dari “Wedhus Gembel” dan Abu Vulkanik Gunung Merapi yang menghancurkan kampung halaman mereka dan tidak sedikit beberapa angggota keluarga mereka meninggal. IMADU pun berupaya menghibur mereka dengan menampilkan beberapa lagu yang diiringi petikan gitar dan drum. Beberapa sedikit tawa dan canda menghiasi suasana di sana guna membangkitkan semangat para korban Merapi.
    Lokasi terakhir yang kami kunjungi bertempat di Rambeanak sekitar Senin (15/11 )pukul 13.30 siang WIB. Sempat terjadi kembali erupsi dari gunung Merapi, keadaan di desa ini sungguh memprihatinkan karena sawah dan ladang telah gagal panen, ditambah lagi dengan pohon salak juga rata dengan tanah tak luput juga pohon kelapa yang telungkup karena terkena abu vulkanik yang berat, sungai di sini juga keruh karena tercampur lahar dingin.
    Imadu tiba kembali ke base camp Imadu pada Senin malam untuk beristirahat dan kembali pulang ke Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Jombang.Selirik lagu dan sholawat kami lantunkan bersama Anggota Imadu lain untuk tetap tersambung tali silaturrahmi antar Alumni Darul ‘Ulum.
    Setiba di Darul ‘Ulum pada selasa (16/11) pukul 3 pagi WIB, kami mengabarkan dan menceritakan pada teman-teman dan para kyai, kami di sambut dengan antusias “ semoga bencana di Merapi segera selesai dan masyarakat bisa bangkit lagi” tutur KH. Dimyathi Romly, S.H. yang dikenal dengan Kyai Dim juga mursyid Thoriqoh Qodriyah Wan Naqsyabandiyah Rejoso. (Bunaya red.)

  2. Percetakan

    Makasih informasinya, lumayan jika kami ingin mengirim press release 🙂

Leave a Reply